[CURHAT] Gausah Dibaca!

Selasa, Mei 23, 2017

Dua bulan yang lalu adalah salah satu waktu yang sangat berharga bagi saya. Bagaimana tidak? Itu adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri sakura. Saya, dan kedua rekan saya melakukan perjalanan mandiri atau istilahnya disebut backpacker, kami menggunakan backpack yang kemana-mana kami bawa [hmm, memang udah style saya juga sih ya]. Tapi, hold dulu, kali ini saya tidak akan menuiskan review perjalanan saya selama di Jepang; karena kali ini, saya lebih ingin berbicara tentang mimpi.

Pernah kan kita bermimpi? Entah menjadi seseorang yang diperhitungkan, menemukan sesuatu, membuat sesuatu, melakukan sesuatu yang sangat kita inginkan, bertemu seseorang yang rasanya menggenapi seluruh hati, atau mungkin seperti saya, mengunjungi suatu tempat yang sangat ingin ditapaki? Saya sebut ini mimpi, karena memang rasanya hampir seperti mimpi. Dan akhirnya saya sebut ini rencana, karena ada upaya untuk membuatnya nyata.

Saya ingat sekali di awal tahun 2016, teman saya mengatakan bahwa ada promo pesawat dengan maskapai terentu untuk meraih Jepang, dan ia langsung beli. Tanpa katakan sedikit pada saya. Ahh, tapi dengan gilanya saya juga membeli tiket yang sama, hanya beberapa menit kemudian.

Ahh, itu sedikit cerita dari sekian banyak yang ingin saya ceritakan. Jepang adalah salah satu list yang ingin saya penuhi. Sudah biasa kan? Setiap orang pasti memiliki list, tujuan, impian, kenginan, semua yang ingin direalisasikan. Iya, realisasi loh ya bukan cuma mimpi. Artinya, kita ada usaha untuk mencapainya. Sering kali kita hanya berangan-angan tanpa menggerakkan tangan, diam. Dan berharap keajaiban datang. Tapi, sampai kapan kita berdiam mengharap keajaiban itu? Bukankah kita, manusia, wajib berusaha?

Saya memiliki banyak list, meski tak semua terealisasi. Seperti dulu dengan lugu ingin sekali beli merk dan spesifikasi hp tertentu, akhirnya tak terlaksana, karena nabungnya lama, uangnya belum cukup dan ketika sudah terkumpul hp yang diinginkan tersebut sudah terlewat lama, modelnya tidak keluar lagi dan akhirnya beli merk dan spesifikasi berbeda XD Tapi bukan berarti gagal kan, toh yang dibeli juga spesifikasinya malah lebih canggih.

Saya pernah bermipi mendaki gunung, tapi setelah tahu keadaan fisik saya yang demikian, akhirnya tidak bisa. Tapi bukan berarti saya menyerah, tetep ngeyel dan nyari gunung yang tidak terlalu tinggi, atau mungkin lebih disebut dengan bukit, ya? XD ahh udahlah, yang penting naik gunung kan dikit-dikit menjadi bukit, meski yang tertinggi yang mampu saya daki adalah Gunung Ijen dengan ketinggian sekitar 2300mdpl. Itupun dengan susah payah, itupun hanya jalur pendakian yang sudah sangat jelas ada jalannya dan hanya sekitar 3 jam. Tapi, saya tetap bahagia dan merasa itu adalah sebuah pencapaian yang menyenangkan.

Traveling? Sudah jangan ditanya, saya tipe solo traveler yang kemana-mana bisa sendiri saja. Tapi juga tidak banyak kok yang sudah saya kunjungi, tapi setidaknya setiap pulau besar di Indonesia ini salah satu kotanya sudah pernah saya kunjungi lah ya. ^_^ 

Perjalanan pertama saya ke luar negeri adalah ke Kuala Lumpur, Malaysia. Itu hanya 3 hari 2 malam. Berangkat jumat, pulang minggu, yang jumat malam juga tidur di Bandara saja. Itulah kali pertama saya tidur di bandara, tapi kali kali selanjutnya masih akan ada banyak lagi. Di Kuala Lumpur saja, saya sudah 3 kali bermalam. Di Osaka 1malam dan di Tokyo 1 malam, haha.

Perjalanan keluar negeri bagi saya sangat menarik. Well, ada pepatah bilang “buat apa jauh-jauh keluar negeri? Di indonesia semuanya ada, semuanya indah dan sangat beragam”. Saya setuju, indonesia indah banget. Dari sekian pemandangan alam, indonesia termasuk negara paling kaya. Semuanya ada, dan itu sangat mengagumkan.

Lalu apa yang saya cari di luar? Ahh, itu masih rahasia. Just in case kalian kepo banget, baru saya mau kasi tau XD #halah. Keywordnya, saya menyukai perbedaan, saya menyukai sejarah, seni dan budaya. Kalau sudah bicara tentang seni, ahh, kita jadi tak punya ruang, tak punya sekat. Ia sangat bebas. Saking bebasnya ia bisa pilih mana saja yang menjalari darahku, partikel mana saja, urat yang mana, terserah ia. Ia menelusup dalam jari-jari, mempengaruhi syaraf berpikirku. Ia di dahi dan hatiku.

Ahh, kok ngelantur? Rupanya aku sudah berbicara kejauhan. Kembali soal list, daftar keinginan yang kita ingin wujudkan. Sedikit demi sedikit sudah saya rasakan. Ada yang langsung berhasil ada yang tidak. Terkadang harus mencoba, sekali, dua kali, baru bisa. Ada juga yang terlewat, ada yang sampai saat ini juga masih belum, tapi masih saya upayakan. Ada juga yang mundur.

Tapi setidaknya, beberapa sudah terealisasi, dan tidak hanya menjadi mimpi. Tidak semuanya, ada juga yang tidak tepat seperti kemauan kita, tapi saya selalu percaya, bahwa apa yang telah ditakdirkan oleh Allah swt, adalah yang terbaik. Paling baik untuk kita, sejauh ini saya sangat bersyukur. Alhamdulillah ^_^

Maka, pada jiwa-jiwa petualang, pejuang, pembelajar, pemberani, pengejar mimpir, peraih tujuan, perealisasi impian, mari kita berjuang lebih giat lagi! Pertama, ketahui dengan pasti keinginan kita. Tentukan tujuan. Kumpulkan informasi. Susun daftar kebutuhan, ketahui apa yang sudah dimiliki dan apa saja yang masih kurang. Buat daftar pekerjaan. Buat jadwal, buat evaluasi dari pekerjaan. Dan, mari kita coba! Mari berperang! Ahh, Leiden, would you be mine?

You Might Also Like

0 comments

mari meninggalkan jejak :)

Instagram

Subscribe