Jalan-Jalan ke Monkey Forest Ubud, Bali

Kamis, Juni 28, 2018

Bicara tentang Bali itu seolah tak ada habisnya, baik tentang pantainya yang indah, tradisi, budaya dan adat istiadat yang masih sangat melekat, atau tentang gunung dan wisata alam yang lain. Yang jelas, Bali ini sangat kaya akan keindahan. Jika beberapa waktu yang lalu saya sempat cerita tentang beberapa pantai di Bali dan juga perjalanan nekat saya ke Taman Ujung, kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika berkunjung ke Ubud.


Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Bali lagi, tapi kali ini untuk menghadiri pernikahan seorang teman. Jadi waktu untuk jalan-jalannya tidak banyak. Jadi kami utamakan yang dekat-dekat saja dari Gianyar, dan ketemulah tempat ini. Ya, hasil browsing-browsing aja sih, yaitu Sacred Monkey Forest Sanctuary atau yang lebih dikenal dengan Monkey Forest Ubud.

Kebetulan waktu itu saya berangkat dari bandara, butuh waktu sekitar satu sampai satu setengah jam untuk kesana. Hari itu agak gerimis, tapi tidak menyurutkan semangat kami, hehe. Harga tiket masuk per orang adalah Rp. 50.000,00. Cukup beli tiket masuk saja, kemudian kita bisa mengeksplore Monkey Forest yang tempatnya cukup luas ini.






Monkey Forest Ubud merupakan cagar alam, didalamnya ada banyak kera yang dibiarkan bebas berkeliaran dan terkadang berinteraksi dengan wisatawan. Jadi, kita akan menemui kera-kera ini di sepanjang jalan. Kera-kera ini sangat aktif ya, kadang kalo pas lewat jembatan dan kanan-kirinya ada kera jadi suka takut-takut, mana mereka suka melompat dari satu sisi ke sisi lainnya, ada juga yang sampai gelendotan ke temen saya, hhehe. Tapi seru juga sih, alami banget. Dalemnya sejuk, hijau, rindang, benar-benar suasana alam. Cagar alam ini sangat terawat, tumbuhan hijau lebat, pepohonan yang menjulang tinggi dan mengakar kuat, sungai yang mengalir jernih, benar-benar merasakan kesejukan hutan yang bersih dan terjaga.


Keindahannya bertambah ketika kita menemui pura di dalamnya. Ada tiga buah pura, Pura Dalem Agung, Pura Beji dan Pura Prajapati. Petunjuk jalan disini cukup jelas, jadi kita tinggal mengikuti petunjuknya saja untuk ke berbagai pura itu. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari monkeyforestubud.com, Pura Dalem agung berlokasi di barat daya kawasan. Pura ini adalah tempat memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Dewa Siwa atau Hyang Pendaur Ulang. Sedangkan di barat laut kawasan, kita akan menemukan Pura Beji. Pura ini adalah tempat memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Dewi Gangga. Pura ini adalah tempat pensucian sebelum dilangsungkannya upacara (piodalan). Pura Beji juga sering digunakan untuk melukat sebagai pembersihan lahir dan bathin secara spiritual.Pura ketiga adalah PURA PRAJAPATI. Pura ini terletak di timur laut kawasan. Pura ini berdampingan dengan kuburan. Di Pura ini umat Hindu memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Prajapati. Perlu diketahui, kuburan yang ada, digunakan untuk sementara waktu sambil menunggu saat dilaksanakannya ngaben massal yang diadakan setiap 5 tahun sekali.








Semoga infonya bermanfaat, yaa.
Salam.


You Might Also Like

0 comments

mari meninggalkan jejak :)

Instagram

Subscribe